News coverage
News list
  • Fisika Batik Mendapatkan Rekor Dunia
    Februari 2010, www.acrobatik.biz
  • acroCommunity Soccer Edition, Edisi Februari 2010
    3 Februari 2010, Acrobatik.biz
  • acroBatik on DAAI TV
    28 Januari 2010, acroBatik.biz
  • Fisika Batik, Upaya Memopulerkan Motif Batik
    2 Juli 2009, Okezone.com
  • Batik dari Fisika
    2 Juli 2009, Koran Tempo
  • Batik Komputer, atau Komputer Batik
    2 Juli 2009, Kompas
  • Rolan Mauludy Dahlan: Lindungi Budaya dengan Cara Modern
    12 Juli 2009, Annida Online
  • Mendulang Emas Lewat Batik
    19 Juli 2009, Republika
  • Fisika Batik Sebagai Jejak Sains Modern Dalam Seni Tradisi Indonesia
    11 Oktober 2009, PPIPTEK Taman Mini
Rolan Mauludy Dahlan: Lindungi Budaya dengan Cara Modern
Source : Annida Online - 12 Juli 2009

Annida-Online-Belakangan ini, salah seorang penulis buku Fisika Batik (Gramedia, Mei 2009) lagi sibuk mondar-mandir Bandung-Tangerang, Bandung-Jakarta. Ditemui di sela kegiatan pembekalan dan diskusi di Surya Institute di bilangan BSD City, Serpong, Jumat (10/7) lalu, Rolan Mauludy Dahlan (28) berbagi pengalamannya meneliti batik dan kaitannya dengan fisika, serta bagaimana motif-motif batik baru bisa diciptakan hingga tak terbatas.

Pria kelahiran Sumatera Selatan yang aktif sebagai peneliti di Bandung Fe Institute ini bilang, kegiatan yang dilakoninya bareng kawan-kawan sesama peneliti bertujuan untuk melestarikan kebudayaan nusantara.

"Melestarikan kan nggak cuma menyimpan atau mengoleksi. Yang kami lakukan adalah mengumpulkan data tentang kebudayaan kita sebanyak mungkin. Menelitinya, mengupayakan inovasi yang bermanfaat buat masyarakat, serta membantu proses perlindungan hak cipta. Pokoknya melindungi budaya kita dengan cara modern. Kalau semua datanya ada, ´ kan bangsa lain nggak akan sembarangan mengklaim hak cita budaya kita," urai Rolan dengan mata berbinar.

"Intinya, seni dan teknologi bisa saling bersentuhan sehingga harmonis," lanjutnya.

Rolan dan sekitar 30 orang peneliti lainnya, tak hanya mendata serta meneliti batik, ulos, dan songket (motif kain), tapi juga ragam kebudayaan lain seperti tarian, musik tradisional, lagu daerah, makanan/minuman, seni pertunjukan, senjata dan alat perang, produk arsitektur, prasasti, tata cara pengobatan, bahkan naskah kuno, cerita rakyat serta bahasa daerah. Yang masih menjadi kendala bagi Rolan dkk, ialah minimnya data. Sejumlah data telah mereka kumpulkan dalam Perpustakaan Digital Budaya Indonesia.

"Data masih sangat sedikit, sehingga penelitian masih minim. Tapi kami coba terus menggali ke hal lain. Tak menutup kemungkinan mengenai karya sastra," ujar pria yang mengaku jarang membaca novel populer ini.

Mengenai Fisika Batik, menurut Rolan, rekannya yakni Hokky Situngkir-lah yang memulai. "Dari serangkaian penelitian-penelitian, ditemukan kalau motif batik yang diciptakan orang-orang terdahulu itu ada rumusnya. Seperti teori segitiga, jika kita menggambar segitiga yang diambil dari titik-titik tengah ketiga sisinya, maka akan muncul segitiga-segitiga yang lebih kecil. Ada perpecahan yang terus menerus. Kalau rumus pecahannya sudah kita ketahui, kita bisa merancang motif-motif baru yang jumlahnya bisa ribuan, miliaran sampai tak terbatas dengan komputerisasi," tuturnya. [Esthi]